Lubang Jalan Babat–Pucuk, Simbol Kelalaian Negara di Tengah Lebaran

  • Whatsapp

LAMONGAN | DN – Di saat jutaan pemudik berharap perjalanan aman dan nyaman menuju kampung halaman, kondisi jalan nasional Babat–Pucuk justru menyuguhkan kenyataan pahit. Rabu (18/3/2026), ruas jalan di Kecamatan Pucuk, Lamongan, tampak rusak parah: aspal retak, lubang menganga, dan tambalan tak beraturan menghiasi jalur vital tersebut.

Kerusakan ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan. Volume kendaraan yang meningkat tajam selama arus mudik justru memperbesar risiko kecelakaan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Kalau malam itu benar-benar gelap, lubang jalan tidak kelihatan sama sekali. Sudah banyak pengendara hampir jatuh. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi soal keselamatan,” ujar Suyono (45), warga sekitar.

Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) memperparah situasi. Banyak titik gelap tanpa cahaya, tiang lampu rusak, dan lampu mati tak kunjung diperbaiki. Jalur nasional yang seharusnya menjadi tulang punggung transportasi justru berubah menjadi lorong gelap penuh risiko.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *