WHO Dorong Regulasi untuk Eliminasi Lemak Trans pada Produk Pangan Indonesia

  • Whatsapp
ILUSTRASI - Rasanya enak, harganya murah dan mudah didapat di mana saja. Tapi tahukah Anda kalau gorengan adalah salah satu makanan yang mengandung lemak trans sangat tinggi yang berpotensi memicu penyakit jantung dan stroke?. (AFP PHOTO/Bay ISMOYO)

Lubna Bhatti mengatakan “yang memprihatikan adalah kebanyakan makanan ini dikonsumsi luas oleh anak-anak, dan bahkan sangat populer di kalangan mereka. Ini berarti kita menimbulkan risiko pada masa depan generasi mendatang.”

Ditambahkannya, hasil kajian itu diharapkan membantu Indonesia mengembangkan kebijakan yang lebih baik untuk menciptakan lingkungan makanan yang sehat bagi 270 juta penduduk.

Edukasi Bahaya Lemak Trans

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono mengakui perlunya regulasi untuk membatasi kandungan lemak trans pada produk makanan di Indonesia. Disisi yang lain upaya edukasi harus terus dilakukan kepada kepada masyarakat terkait bahaya lemak trans.

“Yang sulit adalah pada sektor informal, tukang gorengan, tukang martabak, dan berbagai macam lagi. Itu yang susah untuk diatur. Tapi nanti kita akan berupaya kalau paling tidak masyarakat akan lebih disadarkan,” kata Dante.

Banyak negara, tambahnya, yang belajar dari keberhasilan Denmark melarang asam lemak industri pada makanan. Terlebih dalam sepuluh tahun sejak kebijakan itu diberlakukan pada tahun 2003, angka kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah di Denmark turun 20 persen. [Red]#VOA