Lubna Bhatti mengatakan “yang memprihatikan adalah kebanyakan makanan ini dikonsumsi luas oleh anak-anak, dan bahkan sangat populer di kalangan mereka. Ini berarti kita menimbulkan risiko pada masa depan generasi mendatang.”
Edukasi Bahaya Lemak Trans
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono mengakui perlunya regulasi untuk membatasi kandungan lemak trans pada produk makanan di Indonesia. Disisi yang lain upaya edukasi harus terus dilakukan kepada kepada masyarakat terkait bahaya lemak trans.
“Yang sulit adalah pada sektor informal, tukang gorengan, tukang martabak, dan berbagai macam lagi. Itu yang susah untuk diatur. Tapi nanti kita akan berupaya kalau paling tidak masyarakat akan lebih disadarkan,” kata Dante.
Banyak negara, tambahnya, yang belajar dari keberhasilan Denmark melarang asam lemak industri pada makanan. Terlebih dalam sepuluh tahun sejak kebijakan itu diberlakukan pada tahun 2003, angka kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah di Denmark turun 20 persen. [Red]#VOA








