Keberangkatan Kapal Misi Kemanusiaan ‘Flotilla’ ke Gaza Ditunda

  • Whatsapp
Sebuah kapal Koalisi Freedom Flotilla berlabuh di Pelabuhan Tuzla di Istanbul, Turki, 19 April 2024. (Foto: AP)

Keberangkatan kapal Flotilla yang akan membawa ribuan bantuan kemanusiaan ke Gaza ditunda.

DN – Misi kemanusiaan ke Jalur Gaza oleh Flotilla Mission, yang dijadwalkan berangkat dari Istanbul, Turki pada bulan lalu, akhirnya ditunda. Penundaan tersebut terjadi karena belum tersedianya bendera negara untuk dua dari tiga kapal yang akan berlayar.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Muhammad Nur Ikhwan, seorang aktivis pro-Palestina dari organisasi non-pemerintah Indonesia, Aqsa Working Group, menjelaskan bahwa sebelum berangkat, Guinea-Bissau menolak benderanya dipakai.

“Ini lagi cari bendera lain yang memang untuk ditaruh di kapal itu. Alhamdulillah, udah puluhan negara mencoba mendaftar. Proses pendaftaran bendera ini kan butuh waktu dua atau tiga pekan, sehingga peserta-peserta (misi Flotilla) diminta untuk balik dulu ke negaranya masing-masing. Nanti kalau sudah dapat bendera kemudian rencana keberangkatan sudah disiapkan, (semua peserta) kembali lagi (ke Istanbul),” katanya kepada VOA, Senin (6/5).

Ikhwan menjelaskan bahwa sebelum bendera Guinea-Bissau ditarik, pemerintah negara tersebut melakukan inspeksi di Istanbul untuk memeriksa kelayakan kapal misi Flotilla yang akan berlayar ke Gaza. Hasil pemeriksaan itu menunjukkan bahwa tidak ada alasan untuk menolak pemasangan bendera Guinea-Bissau pada kapal tersebut.

Para pekerja mempersiapkan kapal Freedom Flotilla Coalition saat berlabuh di Pelabuhan Tuzla di Istanbul, Turki, 19 April 2024. (Foto: AP)
Para pekerja mempersiapkan kapal Freedom Flotilla Coalition saat berlabuh di Pelabuhan Tuzla di Istanbul, Turki, 19 April 2024. (Foto: AP)

Namun, pada hari berikutnya, saat misi hendak berlayar, pemerintah Guinea-Bissau mengirimkan surat yang melarang kapal tersebut berlayar ke Gaza. Mereka juga meminta surat konfirmasi dari otoritas pelabuhan tujuan misi Flotilla. Pemerintah Guinea-Bissau hanya memberikan waktu dua jam bagi penyelenggara Misi Flotilla ke Gaza untuk memberikan surat konfirmasi tersebut.

Padahal 1.200 aktivis dari lebih 40 negara, termasuk enam warga Indonesia, telah berada di Istambul selama tiga pekan. Istanbul merupakan negara yang menjadi titik atau tempat keberangkatan ketiga kapal yang akan membawa ribuan ton bantuan kemanusiaan tersebut. Ketiga kapal itu terdiri dua kapal penumpang dan satu kapal kargo.

Misi serupa pernah dilakukan pada awal Mei 2010, tetapi gagal mencapai Gaza karena diserbu pasukan komando Israel. Akibatnya, sepuluh pegiat kemanusiaan tewas, termasuk sembilan orang Turki.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *