WHO Dorong Regulasi untuk Eliminasi Lemak Trans pada Produk Pangan Indonesia

  • Whatsapp
ILUSTRASI - Rasanya enak, harganya murah dan mudah didapat di mana saja. Tapi tahukah Anda kalau gorengan adalah salah satu makanan yang mengandung lemak trans sangat tinggi yang berpotensi memicu penyakit jantung dan stroke?. (AFP PHOTO/Bay ISMOYO)

Badan Kesehatan Dunia (WHO), Senin (6/5) meluncurkan kajian perintis mengenai sumber makanan lemak trans dalam pasokan pangan Indonesia. Kajian ini untuk mendukung penerbitan peraturan pemerintah untuk mengeliminasi lemak trans.

Siapa yang tidak suka makan gorengan? Bakwan, pisang goreng, ayam goreng atau kentang goreng, adalah makanan yang kerap menjadi makanan sehari-hari warga Indonesia. Rasanya enak, harganya murah dan mudah didapat di mana saja. Tapi tahukah Anda kalau gorengan adalah salah satu makanan yang mengandung lemak trans sangat tinggi yang berpotensi memicu penyakit jantung dan stroke?
Kajian yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia WHO baru-baru ini atas 130 produk pangan Indonesia mendapati bahwa 8,5 persen di antara produk pangan itu mengandung asam lemak trans lebih dari dua persen. WHO membagi pengujian laboratorium atas 130 produk pangan itu ke dalam empat kategori makanan, yaitu minyak dan lemak, margarin dan olesan, makanan kemasan yang terbuat dari lemak (seperti biskuit, kue kering, wafer, kue, dan roti), serta makanan siap saji seperti mi goreng, nasi goreng, ayam goreng, kentang goreng, dan roti.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kandungan lemak trans lebih dari dua persen ditemukan pada produk yang banyak dikonsumsi seperti biskuit, wafer, cake, produk bakery produksi dalam negeri dan impor, dan jajanan kaki lima. Kandungan lemak trans lebih dari dua persen juga ditemukan pada bahan-bahan yang umum digunakan untuk produksi produk bakery yaitu baking fat dan shortening.

ILUSTRASI - Ayam goreng, merupakan salah satu lauk yang disukai oleh penikmat gorengan di tanah air. (REUTERS/Supri).
ILUSTRASI – Ayam goreng, merupakan salah satu lauk yang disukai oleh penikmat gorengan di tanah air. (REUTERS/Supri).

Lemak trans atau asam lemak trans adalah asam lemak tak jenuh yang berasal dari sumber alami atau industri. Konsumsi lemak trans secara signifikan dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan berkontribusi terhadap sekitar 500.000 kematian akibat penyakit jantung koroner secara global setiap tahunnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *