Kisruh dan Saling Lapor Polisi, RS Harapan Sehat Pemalang Bantah Dugaan Lakukan Penganiayaan dan Malpraktek

  • Whatsapp

“Menurut keterangan dari dokter itu, sempat dari keluarga pasien mencari gunting untuk tindakan kasar lain (sudah melukai). Kekerasan dari pelaku (keluarga pasien) kalau saya lihat dengan baju sudah compang camping berarti tidak hanya ringan tetapi itu menurut saya dugaannya terlalu apa ya fatal gitu,” jelasnya.

Menurutnya, selang beberapa jam kejadian tersebut, dokter dan perawat melakukan visum lalu melaporkan ke Polres Pemalang di hari berikutnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“pada saat pengaduan itu yang dibawa sementara Visum. CCTV dan lain-lain menyusul, karena semenjak pengaduan belum niat,” ujarnya.

Pada kesempatan konferensi pers itu, Septian Dwi Kartiko, selaku Humas RS Harapan Sehat Pemalang, menerangkan bahwa insiden kericuhan terjadi pada Minggu (7/4/2024) sekira pukul 20.00 WIB.

“Untuk pasien ini pertama kali masuk, pada Kamis (4/4), dan pada saat itu kami sudah melakukan proses perawatan dan memang saat itu sedang ramai. Kondisi pasien naik turun,” kata Septian Dwi Kartiko.

Menurut Septian, pasien didiagnosis mengalami radang selaput otak. Terkait keluarga pasien minta rujukan ke rumah sakit lainnya, Septian menjelaskan, pihaknya telah berupaya melakukan apa yang diinginkan keluarga pasien. Namun, kondisi saat itu semua rumah sakit di Pemalang hingga Tegal penuh. Ada yang tidak penuh yakni di RS Margono Purwokerto namun pihak keluarga menolak karena dinilai terlalu jauh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *