Air Melimpah, Sawah Kering! Skandal Irigasi Takalar Bongkar “Permainan Sunyi” di Balik Pintu Air

  • Whatsapp

TAKALAR | DN – Di saat petani bersiap turun sawah untuk musim tanam, ironi justru terjadi di Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Air tersedia dengan debit cukup tinggi di saluran utama, namun lahan pertanian warga tetap kering kerontang. Sabtu (18/04/2026).

Kondisi ini dilaporkan terjadi di jalur irigasi menuju Desa Moncongkomba, tepatnya dari Dusun Pattiro hingga Bonto Lebang 1, serta di Kelurahan Patte’ne, meliputi Lingkungan Campagaya dan Lingkungan Pangkajene.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Petani sudah siap tanam, tapi sawah kering. Air tidak sampai. Kami tidak tahu ini blok berapa, yang jelas petani sangat butuh air dari bendungan,” ungkap seorang warga.

Fakta di lapangan menunjukkan adanya persoalan serius dalam distribusi air. Meski debit air di saluran induk cukup tinggi, pengaturan pintu air masih dilakukan secara manual oleh petugas lapangan PPA BKB.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *