Kisruh dan Saling Lapor Polisi, RS Harapan Sehat Pemalang Bantah Dugaan Lakukan Penganiayaan dan Malpraktek

  • Whatsapp

PEMALANG ( MDN ) – Adanya kabar pihak pasien lapor ke Polres Pemalang, pihak Rumah Sakit (RS) Harapan Sehat Pemalang Jawa Tengah membantah adanya dugaan penganiayaan dan malpraktik yang ditudingkan keluarga pasien yang meninggal dunia.

Pasalnya, pihak RS Harapan Sehat Pemalang sudah melakukan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) justru sebaliknya, adanya tindak penganiayaan terhadap dokter dan perawatnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hal itu di katakan Ahmad Soleh, SH., MH., selaku kuasa hukum Rumah Sakit Harapan Sehat Pemalang saat mengadakan konferensi Pers pada Minggu (21/4/2024). Ia menjelaskan, bahwa dokter dan perawat RS Harapan Sehat Pemalang justru terkena gigitan oleh orang tua pasien.

“Justru dari pihak dokter dan perawat yang dipukul oleh keluarga. Ada juga dokter dan perawat yang digigit (bagian lengan). Yang jelas kan ada penganiayaan dari pihak keluarga pasien terhadap dokter dan perawat,” kata Ahmad Soleh.

“Itu sudah kami laporkan ke pihak kepolisian. Yang digigit satu dokter dan satu perawat,” tambahnya.

Selain itu Kuasa Hukum RS Harapan Sehat Pemalang juga menjelaskan, berdasarkan foto yang diterima dari kliennya, baju yang di pakai dokter tersebut sudah compang camping lantaran ada upaya penganiayaan menggunakan gunting yang dilakukan oleh keluarga pasien.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *