Kepala SMA Persatuan Kedungpring menegaskan bahwa agenda tahunan ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang seremonial peringatan kemerdekaan, melainkan medium edukasi karakter dan pemahaman nilai daerah bagi para generasi muda.
“Kami ingin para siswa tidak hanya mengenal sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga bangga dan berakar kuat pada kearifan lokal tanah kelahirannya. Lewat karnaval ini, mereka belajar mengekspresikan kebudayaan sekaligus menjaga warisan leluhur Lamongan,” tegasnya di sela-sela kegiatan.
Kemeriahan dan kerapian barisan parade mendapat sambutan hangat dari warga setempat yang memadati lokasi rute pawai sejak pagi.
Kusmiati (43), salah seorang warga Kedungpring yang hadir menonton bersama keluarganya, mengaku kagum dengan kreativitas para pelajar.








