Pesona Bengawan Jeroh Lamongan: Lomba Perahu Dayung Ketapangtelu Berpotensi Jadi Wisata Tahunan

  • Whatsapp

LAMONGAN | DN – Suasana di sepanjang aliran Sungai Bengawan Jeroh mendadak riuh dan penuh semangat. Menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Karang Taruna Desa Ketapangtelu, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, sukses menyedot perhatian warga melalui adu ketangkasan dalam lomba perahu dayung.

Ajang tahunan ini diikuti oleh 16 tim yang mewakili berbagai unsur masyarakat, mulai dari tingkatan RT, RW, dusun, hingga pemuda karang taruna. Ratusan warga tampak memadati tepi sungai sejak pagi untuk memberikan dukungan penuh kepada tim jagoan masing-masing.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ketua Karang Taruna Ketapangtelu, M. Fadhil, didampingi Ketua Panitia Pelaksana Wahyu, menegaskan bahwa esensi utama dari perlombaan ini adalah merawat spirit gotong royong dan menjaga keharmonisan antarwarga.

“Kegiatan ini kami inisiasi untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga. Semangat kemerdekaan tidak boleh pudar, dan harus terus kita rawat lewat aksi positif yang mengandalkan kekompakan seperti lomba perahu dayung ini,” ujar Fadhil di lokasi acara.

Dukungan serupa datang dari Kepala Desa Ketapangtelu. Pihaknya mengapresiasi kreativitas para pemuda dan mendorong agar tradisi ini dapat dikembangkan menjadi agenda pariwisata unggulan desa.

“Lomba perahu dayung ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan etalase untuk mempromosikan potensi wisata sungai yang kami miliki. Saya berharap event ini konsisten digelar tiap tahun dengan skala partisipasi yang lebih luas,” ungkap Kades Ketapangtelu.

Kemeriahan di atas air terasa makin hidup dengan hadirnya respons hangat dari masyarakat setempat yang menyaksikan langsung dari bantaran sungai.

Slamet (45), salah satu warga dusun setempat, mengaku antusias dan bangga atas inisiatif pemuda desa yang mampu menyatukan warga dalam suasana gembira.

“Pesta rakyat seperti ini yang selalu ditunggu-tunggu. Selain seru dan menghibur, anak-anak muda jadi punya wadah kegiatan yang kompak dan positif. Semoga tahun depan lombanya makin ramai,” tutur Slamet dengan nada sumringah.

Perlombaan yang berlangsung sengit namun penuh gelak tawa ini ditutup dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang. Selain memperkuat nilai-nilai patriotisme di tingkat lokal, kemeriahan di Ketapangtelu menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan selalu punya cara unik untuk menyatukan masyarakat. [NH]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *