UNICEF: Satu dari 8 Anak Perempuan dan Perempuan Alami Pemerkosaan atau Serangan Seksual Sebelum Usia 18

  • Whatsapp
Para perempuan yang menjadi bagian feminis koletif memprotek praktik pemerkosaan anak-anak perempuan yang terjadi di San Salvador, 18 Oktober 2023. (Foto: Marvin Recinos/AFP)

UNICEF mengatakan temuannya menyoroti kebutuhan mendesak untuk meningkatkan aksi global, termasuk memperkuat undang-undang dan membantu anak-anak mengenali dan melaporkan kekerasan seksual.

UNICEF mengatakan kekerasan seksual melintasi batas-batas geografis, budaya, dan ekonomi. Namun Afrika Sub-Sahara memiliki jumlah korban tertinggi, dengan 79 juta anak perempuan dan perempuan, atau 22 persen yang terkena dampaknya. Asia Timur dan Tenggara menyusul dengan 75 juta, atau 8 perse.

Dalam data mengenai perempuan dan anak perempuan, UNICEF memperkirakan 73 juta, atau 9 persen terkena dampaknya di Asia Tengah dan Selatan; 68 juta, atau 14 persen di Eropa dan Amerika Utara; 45 juta, atau 18 persen, di Amerika Latin dan Karibia, dan 29 juta, atau 15 persen, di Afrika Utara dan Asia Barat..

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Oseania, dengan jumlah penduduk sebanyak 6 juta jiwa, memiliki persentase tertinggi yang terkena dampak, yaitu sebesar 34 persen.

Risikonya lebih tinggi, meningkat menjadi 1 dari 4, di “wilayah yang rentan,” termasuk di wilayah yang institusinya lemah, pasukan penjaga perdamaian PBB, atau pengungsi dalam jumlah besar, demikian temuan laporan tersebut.

Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell menyebut kekerasan seksual terhadap anak-anak merupakan “noda pada kesadaran moral kita.”

“Hal ini menimbulkan trauma yang dalam dan abadi, sering kali dilakukan oleh seseorang yang dikenal dan dipercaya oleh anak, di tempat di mana mereka seharusnya merasa aman.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *