LEBANON | MDN – Misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon mengatakan posisinya telah terkena tembakan Israel, melukai dua anggota pasukan penjaga perdamaian dan merusak fasilitas.
Dua anggota pasukan penjaga perdamaian PBB tersebut terluka setelah sebuah tank Israel menembaki menara observasi di markas mereka di Naqoura, kata UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) atau pasukan sementara PBB di Lebanon.
Kedua korban dilaporkan berasal dari Indonesia. Laporan itu dikukuhkan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk PBB Arrmanatha Nasir dalam pesan singkat melalui WhatsApp kepada VOA.
Mengenai insiden itu, juru bicara UNIFIL Andrea Tenenti mengatakan, “Sangat memprihatinkan karena semua pihak memiliki kewajiban untuk menghormati dan melindungi pasukan penjaga perdamaian kita dan apa yang terjadi juga merupakan pelanggaran terhadap (Resolusi PBB) 1701, tetapi juga pelanggaran hukum humaniter internasional.”
Pasukan Israel menembaki posisi UNIFIL di Naqoura tempat pasukan penjaga perdamaian berlindung di dekat perbatasan, merusak sebuah kendaraan dan sistem komunikasi, imbuh Tenenti.
Tenenti mendesak semua pihak yang bertikai untuk melakukan gencatan senjata dengan mengatakan “tidak ada solusi militer, satu-satunya solusi adalah politik dan diplomatik.”








