Skandal Ketapang Desa Girik: Dana Pangan Diduga Disulap Jadi Ladang Korupsi!

  • Whatsapp

Pernyataan yang diberikan oleh Kasi Pelayanan Desa Girik juga menambah keraguan. Ia menyebut anggaran Ketapang digunakan untuk membeli tiga ekor sapi melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, dalam kesempatan lain, ia mengaku tidak mengetahui jumlah sapi yang dibeli dan tidak dapat menjelaskan detail program tersebut. Inkonsistensi ini memperkuat dugaan manipulasi informasi.

Penelusuran TILM di lapangan tidak menemukan keberadaan sapi bantuan maupun kandang yang disebut-sebut dikelola BUMDes. Bahkan, identitas dan keberadaan BUMDes Girik sendiri sulit dipastikan. Warga setempat menyatakan bahwa pada tahun anggaran 2025 tidak ada bantuan sapi, melainkan kambing, yang sumbernya pun tidak jelas.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kecurigaan semakin menguat setelah diketahui bahwa Ketua BUMDes Girik, Tahap Ndaris, merupakan kerabat dari Kades Lilis Purwanti. Ketika tim mencoba mengonfirmasi langsung ke kediaman Tahap, ia justru tidak mengakui identitasnya dan memberikan alamat palsu. Dugaan konflik kepentingan pun tak terhindarkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *