LAMONGAN | DN – Pemerintah Desa (Pemdes) Gunungrejo, Kabupaten Lamongan, menunjukkan komitmen nyata dalam melestarikan seni musik Islami. Dukungan penuh diberikan kepada grup Hadroh “Hidayatul Qolbi” sebagai bentuk apresiasi terhadap pengembangan bakat seni dan penguatan nilai-nilai religius di tengah masyarakat.
Seni hadroh, yang menggunakan rebana sebagai instrumen utama, kini menjadi wadah penting bagi warga desa, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan bakat sekaligus mempererat ikatan persaudaraan melalui lantunan shalawat.
Ketua Grup Hadroh Hidayatul Qolbi, Siti Halimah, menuturkan bahwa grupnya konsisten melakukan latihan rutin setiap Kamis malam. Menurutnya, keberadaan grup hadroh bukan sekadar urusan seni musik, melainkan media efektif untuk merajut tali silaturahmi antarwarga.
“Di Desa Gunungrejo sendiri setidaknya terdapat lima grup hadroh. Bagi kami, grup ini adalah ruang untuk mengekspresikan diri sekaligus menjaga kekompakan. Kami bersyukur kegiatan ini berjalan lancar dengan sistem latihan bergilir di kediaman anggota,” ujar Siti Halimah saat ditemui di kediamannya, Sabtu (11/7/2026).
Menanggapi geliat seni di desanya, Kepala Desa (Kades) Gunungrejo, Gutomo, menegaskan bahwa pemerintah desa memberikan dukungan yang setara bagi seluruh grup hadroh yang ada. Ia mengaku bangga dengan antusiasme warganya dalam menjaga kesenian Islami.
“Mewakili Pemerintah Desa Gunungrejo, kami sangat mengapresiasi dan bangga atas eksistensi Grup Hadroh Hidayatul Qolbi. Ini adalah contoh positif bagi generasi penerus kita dalam mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat,” tegas Gutomo.
Gutomo menambahkan, pihak Pemdes akan terus berupaya memfasilitasi setiap kegiatan yang mampu menjadi wadah pengembangan bakat dan kreativitas masyarakat.
“Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik moril maupun fasilitasi lainnya. Ini adalah bentuk investasi sosial untuk menjaga karakter dan kebersamaan warga desa melalui jalur seni dan religi,” pungkasnya. [Sat]








