Mekanisme Monster Tanpa Piston: Kelebihan, Kekurangan, dan Alasan Mesin Wankel Pensiun Dini

  • Whatsapp

LAMONGAN | DN – Di tengah dominasi mesin piston konvensional, dunia otomotif pernah melahirkan sebuah inovasi radikal bernama mesin Wankel atau yang lebih populer dikenal sebagai mesin rotari. Mesin ini terkenal unik karena menjadi satu-satunya jantung pacu tanpa piston yang memiliki bobot super ringan, namun mampu memuntahkan tenaga yang sangat buas dengan getaran yang sangat minim.

Konsep dasar mesin mekanis ini pertama kali dipatenkan oleh insinyur jenius asal Jerman, Felix Wankel, pada tahun 1929 sebelum akhirnya disempurnakan pada tahun 1954. Sejak debutnya, mesin Wankel terus memicu perdebatan sengit di kalangan pencinta otomotif, baik karena efisiensinya yang kontroversial maupun cara kerjanya yang dinilai tidak lazim.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Berbeda total dengan mesin konvensional yang mengandalkan gerakan naik-turun piston untuk menciptakan kompresi, mesin Wankel memanfaatkan rotor berbentuk segitiga Reuleaux. Rotor ini berputar di dalam ruang bakar (housing) berbentuk oval atau epitrokoid.

Ketika rotor berputar layaknya gerakan spirograf, ruang di antara sisi rotor dan dinding housing akan terus mengembang dan menyusut. Putaran kontinu inilah yang menciptakan empat tahapan kerja sekaligus dalam satu siklus penuh, yaitu:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *