Pada Oktober 2021, menteri pertahanan Prabowo menghadiri peresmian Komando Cadangan (KOMCAD) bersama Jokowi. Pada upacara ini, 3000 warga sipil bergabung ke komando cadangan, yang diharapkan berjumlah total 25 ribu anggota, yang mendapat dukungan kuat Prabowo.
Posisi tidak jelas di antara kandidat
Kalau posisi Prabowo tidak jelas dalam hal supremasi sipil, posisi kedua lawannya tidak lebih baik. Baik Ganjar maupun Anies memang telah mengkritik catatan hak asasi manusia Prabowo, tetapi mereka masih sedikit mengungkapkan pandangan mereka soal hubungan sipil-militer, reformasi dan akuntabilitas sektor keamanan.
Mungkin perbedaan di antara mereka jelas terlihat dalam masalah Papua, daerah yang didera pemberontakan yang mengalami peningkatan kekerasan sejak 2021.
Pemerintah dan aparat keamanan telah bersikap keras dan tidak membuka jalan damai sebagaimana yang dilakukan terhadap Gerakan Aceh Merdeka pada 2005.
Pada April 2021, pemerintah secara resmi melabeli Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat sebagai organisasi teroris setelah kelompok itu membunuh Kepala Badan Intelijen Negara di Papua. Pada Juni 2022, Jakarta mendirikan tiga provinsi baru di Papua dalam upaya konsolidasi kendali administrasi lebih jauh.
Langkah ini membuat TPNPB secara sistematis lebih menyasar aparat keamanan dan sektor pertambangan Indonesia. Pada Oktober, militan TPNPB menewaskan 13 warga sipil non-Papua di sebuah tambang emas. Pada 25 November, mereka juga menewaskan empat petugas polisi. TPNPB juga masih menyandera pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru sejak 7 Februari 2023.
Aparat keamanan merespon peningkatan kegiatan pemberontakan ini dengan perang kotor mereka sendiri, yang mencakup penargetan populasi warga sipil secara sengaja dan penghancuran sekolah dan gereja. Aparat keamanan dituduh memutilasi jasad lima anggota TPNPB yang terbunuh dalam serangan. Mereka juga dituduh membunuh terduga pemberontak dalam tawanan.

Tetapi dengan semua latar belakang ini, pada debat perdana calon presiden 12 Desember, Prabowo dengan cepat mengulang lagu lama ketika membahas Papua: “Kita melihat bahwa kekuatan-kekuatan tertentu selalu ingin Indonesia disintegrasi dan pecah.”
Melabeli TPNPB sebagai “teroris”, Prabowo menyalahkan “geopolitik, ideologi” atas berlangsungnya pemberontakan, alih-alih penggunaan kekuatan yang berlebihan atau impunitas, menurut South China Morning Post.
Tanpa menyodorkan bukti, Prabowo mengatakan “kita melihat ada campur tangan asing di situ.”








