Mantan pakar teknik keamanan Facebook, Arturo Bejar mengatakan kepada Kongres, ia melihat ancaman itu pada putrinya sendiri.
“Anak perempuan saya yang berusia 14 tahun bergabung dengan Instagram. Dia dan teman-temannya mulai mengalami pengalaman yang mengerikan, termasuk rayuan seksual yang tidak diinginkan secara berulang-ulang dan pelecehan. Dia melaporkan kejadian-kejadian ini ke perusahaan itu, dan tidak ada hasilnya.”
Meskipun demikian Linda Charmaraman di Wellesley College mengatakan tidak semua penelitian mendukung dugaan korelasi antara platform media sosial dan kerusakan kesehatan mental anak muda.
“Ada penelitian yang menunjukkan adanya manfaat dari penggunaan media sosial, dan ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan apa pun antara kesejahteraan Anda dan penggunaan media sosial,” tukasnya.
Charmaraman mengatakan bahwa penelitiannya dengan anak muda menunjukkan bahwa mereka menginginkan lebih banyak pilihan dalam menelusuri dunia maya.
“Mereka tahu bahwa ada algoritmA yang berusaha menarik perhatian mereka, apa pun yang terjadi, dan mereka ingin melatih algoritma itu. Mereka tidak ingin mengatakan, ‘Singkirkan algoritma itu.’ Mereka ingin mengatakan, ‘kamu tahu apa? Saya ingin Anda memastikan bahwa Anda benar-benar menunjukkan kepada saya hal-hal yang ingin saya lihat,” tambahnya.
Dalam langkah hukum terpisah, Meta menggugat Komisi Perdagangan Federal untuk menghentikan badan membuka kembali penyelesaian privasi tahun 2020 yang mencakup pembayaran denda oleh Meta sebesar $5 miliar karena pelanggaran privasi.
Badan federal tersebut mengatakan Meta telah gagal untuk mematuhi kesepakatan itu sepenuhnya, dan sedang mencari perubahan pada perjanjian yang melarangnya untuk mengambil keuntungan dari data yang dikumpulkan dari pengguna yang berusia di bawah 18 tahun. [Red]#VOA





