Selain itu, proses pemasangan besi dowel juga dipertanyakan. Terlihat pekerja menginjak atau menekan besi saat pengecoran berlangsung, sehingga menimbulkan keraguan apakah metode yang digunakan sesuai standar teknis.
Seorang mandor proyek menjelaskan bahwa keretakan semacam itu sering terjadi di wilayah pegunungan dengan struktur tanah labil. “Kalau di daerah pegunungan rata-rata seperti itu. Kalau tanah datar lebih stabil,” ujarnya.
Ia memastikan retakan akan diperbaiki karena pengerjaan baru mencapai 60 persen. Ia juga menegaskan bahwa pemasangan dowel dilakukan setiap lima meter.
Proyek rekonstruksi ruas Jalan Kedunggong–Medayu ini merupakan satu paket dengan pembangunan ruas Jalan Gejos–Tlagasana. Anggaran bersumber dari APBD Kabupaten Pemalang Tahun 2025 dengan nilai kontrak Rp 3.844.095.338,69. Penyedia jasa adalah CV Sumber Mas, sementara pengawasan dilakukan oleh CV Global Disain.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pemalang, Joko Tri Asmoro, saat dikonfirmasi mengenai teknis pemasangan besi dowel, meminta agar pertanyaan diarahkan kepada konsultan pengawas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terkait keretakan yang terjadi.








