Keberangkatan Kapal Misi Kemanusiaan ‘Flotilla’ ke Gaza Ditunda

  • Whatsapp
Sebuah kapal Koalisi Freedom Flotilla berlabuh di Pelabuhan Tuzla di Istanbul, Turki, 19 April 2024. (Foto: AP)

Ikhwan menyatakan bahwa jika mereka berhasil mencapai Gaza, ia bersama rekan-rekannya dari Maimunah Center dan Al Aqsa Working Group akan segera memulai persiapan untuk pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Gaza. Kedua lembaga ini telah memperoleh tanah seluas kurang lebih 5.000 meter persegi.

Alasan membangun Rumah Sakit Ibu dan Anak itu, tambahny,a karena sebagian besar korban agresi militer Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 adalah perempuan dan anak-anak. Dia mengakui sulit untuk memprediksi berapa lama proses pembangunan rumah sakit tersebut karena Gaza adalah wilayah konflik.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ikhwan juga belum dapat memastikan kapan misi Flotilla ke Gaza akan dilaksanakan. Dia menyatakan bahwa pada tahun 2008, terdapat 20 misi kemanusiaan ke Gaza, tetapi hanya satu yang berhasil mencapai tujuannya.

Ikhwan menekankan kalau perlintasan Rafah yang menghubungkan Mesir dan Gaza dibuka bebas, maka tidak perlu ada misi Flotilla untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Gaza.

Dia menyebutkan semua peserta misi Flotilla ke Gaza sudah siap karena selama di Istanbul juga sudah menjalani pelatihan tanpa kekerasan bila pasukan Israel menyerbu ke atas kapal.

Huwaida Arraf, seorang aktivis pro-Palestina, berfoto di atas kapal Akdeniz, salah satu kapal dalam armada yang berencana mengirimkan bantuan ke Gaza dari Turki, di Istanbul, Turki pada 18 April 2024. (Foto: REUTERS/Dilara Senkaya)
Huwaida Arraf, seorang aktivis pro-Palestina, berfoto di atas kapal Akdeniz, salah satu kapal dalam armada yang berencana mengirimkan bantuan ke Gaza dari Turki, di Istanbul, Turki pada 18 April 2024. (Foto: REUTERS/Dilara Senkaya)

“Karena kita memang relawan kemanusiaan yang memang tanpa senjata, (dan) segala macam, ketika ada infiltrasi itu, kita diminta untuk nggak melawan. Kita diminta untuk tetap tenang dan menyampaikan argumen bahwa kita menyampaikan misi kemanusiaan. Begitu inti dari pelatihannya,” ujarnya.

Ikhwan menjelaskan bahwa dalam pelatihan yang diikuti para relawan, tidak ada latihan fisik yang dilakukan. Mereka ditekankan bahwa dalam menghadapi ancaman apapun, para relawan harus tetap tidak melawan.

Dia menambahkan satu dari tiga kapal, Kapal Anadolu, membawa bantuan kemanusiaan seberat 5.500 ton berupa makanan, obat-obatan, ambulans, pakaian, dan kebutuhan dasar sebagainya.

Ikhwan mengakui bahwa misi Flotilla ke Gaza ini bukan yang pertama baginya. Dia juga berpartisipasi dalam misi 2010 yang diikuti oleh sekitar 700 peserta dari lebih dari 30 negara. Keberaniannya untuk ikut dalam misi Flotilla tahun ini direncanakan demi memperlancar proses pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Gaza.

Dia berharap pula perang Gaza bisa segera selesai sehingga bantuan bisa segera masuk ke Gaza yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di sana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *