Lebih dari sekadar ritual, kegiatan ini menjadi perekat sosial. Warga dari berbagai usia duduk bersama tanpa sekat, menegaskan nilai kebersamaan yang masih kuat di tengah masyarakat.
Dengan berakhirnya Ruwah Desa, Kebaron menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan. Seni budaya dan doa bersama menjadi fondasi yang menjaga harmoni sekaligus memperkuat identitas desa yang guyub. [SWD]








