TAKALAR | DN – Musim panen padi di Barugaya baru saja berakhir. Namun, semangat para petani tidak pernah surut. Mereka kini bersiap menyongsong musim tanam berikutnya, meski harus berhadapan dengan tantangan besar: kemarau panjang yang membuat ketersediaan air semakin terbatas.
Di beberapa lahan, para petani sudah mulai menabur bibit padi. Meski begitu, mereka sadar bahwa musim tanam kali ini lebih banyak bergantung pada hujan yang turun sesekali. “Kalau musim kemarau, kami tetap tanam. Tapi hasilnya untung-untungan. Semua tergantung hujan,” ujar salah seorang petani dengan nada penuh harap.








