BANTEN | DN – Di sebuah desa yang dulu setiap malam dihiasi cahaya kecil berkelip di antara hamparan sawah, kini hanya tersisa gelap gulita. Kunang-kunang, serangga mungil yang dulu menjadi bagian dari romantika pedesaan, perlahan menghilang. Bagi sebagian orang, mungkin ini sekadar hilangnya keindahan malam. Namun bagi alam, lenyapnya kunang-kunang adalah tanda bahaya.
Kunang-kunang bukan hanya serangga bercahaya. Mereka adalah penjaga kualitas lingkungan. Para ahli menyebutnya bioindikator: di mana ada kunang-kunang, di situ ada air bersih, tanah sehat, dan udara segar. Kehadiran mereka adalah bukti ekosistem yang masih terjaga.








