MOJOKERTO | DN – Upaya pelestarian warisan sejarah Majapahit di Kabupaten Mojokerto memasuki babak baru. Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur resmi memulai tahapan pemugaran Situs Kumitir dan Situs Klinterejo melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat setempat.
Sosialisasi pertama digelar di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, pada Kamis (16/4), disusul Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Jumat (17/4). Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum proses pemugaran fisik dimulai pada 20 April 2026, dengan durasi pengerjaan selama delapan bulan.
“Sosialisasi ini penting agar tidak terjadi miskomunikasi dengan masyarakat. Kami ingin menyampaikan bahwa pemugaran ini bagian dari pelestarian, bukan pengubahan,” ujar Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto, Riedy Prastowo, Jumat (17/4).
Riedy menjelaskan, pemugaran dua situs yang berada di kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan membutuhkan waktu panjang karena melibatkan kajian arkeologis mendalam. Tujuannya, merekonstruksi bangunan agar mendekati bentuk aslinya seperti 700 tahun silam.








