TAKALAR | DN – Setelah sekian lama menatap langit dengan doa dan harapan, para petani di Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Utara, akhirnya bisa sedikit bernapas lega. Hujan yang ditunggu-tunggu turun juga, meski tidak deras, namun cukup untuk membasahi sawah yang sempat mengering dan membuat padi kembali segar.
Di tengah musim kemarau yang mulai menguat, turunnya hujan menjadi anugerah yang tak ternilai. Daun padi yang sebelumnya layu kini tampak hijau kembali, seolah menjawab doa yang setiap hari dipanjatkan para petani. “Alhamdulillah, meski tidak deras, hujan ini sudah cukup membuat padi kami hidup lagi,” ungkap salah seorang petani dengan wajah penuh syukur.








