Arif mengaku emosinya meledak saat itu. Ia marah, mengungkap identitasnya sebagai polisi, hingga akhirnya sikap petugas berubah. Namun di balik kemarahan itu, ada luka yang lebih dalam: rasa kecewa karena laporan warga dianggap sepele.
“Jangan meremehkan masalah orang. Ada barang yang nilainya kecil secara rupiah, tapi sangat berarti bagi pemiliknya,” tegasnya.
Pengalaman tersebut menjadi titik balik. Arif ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang merasa diabaikan ketika mencari keadilan. Baginya, polisi harus hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat yang memahami penderitaan warga.








