Air Melimpah, Sawah Kering! Skandal Irigasi Takalar Bongkar “Permainan Sunyi” di Balik Pintu Air

  • Whatsapp

Bahkan, dalam beberapa kasus, pintu air disebut sering ditutup oleh warga.
Belum diterapkannya sistem modern berbasis SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) semakin memperburuk kondisi. Sistem manual dinilai rawan konflik, tidak efisien, dan membuka celah ketidakadilan distribusi air di tingkat petani.

Namun sorotan paling tajam tertuju pada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pengelolaan dan pengawasan distribusi air justru dinilai tidak hadir saat dibutuhkan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Kalau ada proyek, P3A muncul. Tapi saat petani butuh air seperti sekarang, mereka tidak kelihatan,” keluh warga lainnya.

Peran strategis P3A seharusnya mencakup pengawasan langsung saluran irigasi, koordinasi dengan petugas PPA, serta memastikan air tersalurkan merata hingga ke lahan petani. Namun di lapangan, fungsi tersebut dinilai tidak berjalan optimal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *