NGAWI | DN – Sejumlah ruang kelas di SD Negeri Beran 6, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami kerusakan serius. Atap bocor, genteng pecah, hingga kaca jendela yang diganti dengan triplek menjadi pemandangan sehari-hari bagi para siswa. Namun, alih-alih memprioritaskan perbaikan infrastruktur, pihak sekolah justru menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membeli kursi kepala sekolah.
Guru kelas 6 SDN Beran 6, Chandra, mengungkapkan bahwa sekolah tersebut memiliki 47 siswa, dengan 46 di antaranya mendapatkan dana BOS. Ia berharap alokasi dana bisa difokuskan untuk memperbaiki sarana yang rusak agar kegiatan belajar mengajar lebih nyaman.
“Dana BOS sekitar Rp900.000 per siswa. Kami berharap sekolah bisa segera diperbaiki,” ujar Chandra, Jumat (16/5).
Saat ditanya tentang kebijakan pembelian kursi kepala sekolah yang dinilai mewah, Chandra enggan berkomentar lebih jauh dan menyarankan agar menanyakan langsung kepada pihak terkait.








