Menurut keterangan kepolisian, insiden berawal ketika para tersangka sedang berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras. Di saat bersamaan, korban melintas dengan sepeda motor sambil menggeber kendaraannya, yang dianggap mengganggu dan memicu kemarahan kelompok tersebut.
“Korban sempat memutar arah dan kembali ke lokasi tempat para pelaku berkumpul. Ketika melintas kembali, para pelaku sudah bersiap dan langsung menyerang,” jelas Arwin.
Aksi penyerangan dilakukan dengan lemparan batu dari dua arah jalan. Korban yang terkena lemparan batu akhirnya terjatuh dan mengalami luka berat di bagian kepala. Hasil otopsi menunjukkan trauma serius yang menjadi penyebab kematian. Sementara itu, rekan korban berhasil melarikan diri.








