WNI di AS Mencoblos Lebih Dulu, Generasi Muda Gairahkan Pemilu

  • Whatsapp
Pemilih berdatangan ke TPSLN di Wisma Indonesia, Washington DC. (Foto: Courtesy)

Di TPSLN Washington, D.C., sebanyak 17 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) direkrut untuk mengatur kelancaran pemungutan suara hari itu, kata Ketua KPPSLN setempat, Noor Muhammad Aziz. Mereka lolos proses seleksi administrasi dan kemudian dilantik oleh tim PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri) pada Desember lalu.

Salah satu anggota termudanya adalah Timothy Warokka, 20 tahun, mahasiswa program studi hubungan internasional di George Washington University. Ini adalah pertama kalinya ia berpartisipasi sebagai pemilih sekaligus panitia pemungutan suara, di mana ia bertugas mengawasi kotak surat suara pemilih pos yang datang langsung ke TPS.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Berbagai tantangan pun ia hadapi, termasuk membagi waktu antara kesibukannya berkuliah dan menjadi panitia.

Timothy Warroka, panitia pemungutan suara di TPS Washington DC. (Foto: Dok Pribadi)
Timothy Warroka, panitia pemungutan suara di TPS Washington DC. (Foto: Dok Pribadi)

“Ada kalanya group chat kita enggak diam-diam sampai jam tiga pagi karena ada masalah ini, masalah itu,” katanya. “Kita tahu bahwa tugas ini sifatnya sukarela, tapi kita try our best. Meskipun kita ada kuliah atau kerja, kalau ada masalah, kita selesaikan secepatnya.”

Lantas seberapa besar peran anggota panitia muda dalam pemilu? Timothy pun menyoroti profesionalisme mereka, di mana mereka berusaha datang tepat waktu di berbagai rapat dan berkomunikasi dengan optimal.

Kemahiran anak-anak muda dalam menggunakan media sosial pun mereka manfaatkan untuk menyebarluaskan informasi seputar pemilu.

Social media is everything for us. Kita mem-posting (konten-konten) tentang pemilu, jadi teman-teman WNI yang kurang paham tentang pemilu dan proses-prosesnya, mereka bisa tanyakan ke kita,” tambah Timothy.

Berdasarkan rekapitulasi data PPLN Washington D.C., persentase pemilih yang mencoblos di TPS berkisar 35% dari total nama yang terdaftar di DPT. Angka itu belum termasuk pemilih DPTb dan DPK.

“Setelah semua pemilih selesai menggunakan hak pilihnya, kotak suara digembok untuk dibawa ke ruang khusus di Kedutaan Besar Indonesia yang diawasi dengan CCTV. Panwaslu, saksi, dan panitia bisa melihatnya. Jadi, keamanan terjaga hingga hari penghitungan suara,” jelasnya kepada VOA.

Penghitungan suara di AS dilakukan serentak pada 14 Februari, bersamaan dengan jadwal penghitungan suara di Indonesia, dan khusus surat suara lewat pos akan dihitung tanggal 15 Februari. [Red]#VOA