WNI di AS Mencoblos Lebih Dulu, Generasi Muda Gairahkan Pemilu
Salah satunya adalah Jannatiha, mahasiswi program studi kesehatan di John Hopkins University. Ia sudah tiga kali berpartisipasi dalam pemilu, namun ini pertama kalinya ia mencoblos di luar negeri. Ia menempuh perjalanan hampir dua jam dari kota Baltimore, Maryland, demi menggunakan hak pilihnya secara langsung di TPSLN Washington, D.C.
“Di sini, kita enggak merasakan perjalanan kampanye (capres-cawapres) secara langsung. Tapi di (Wisma Indonesia), kita merasa kayak pulang ke ‘rumah’ karena ketemu sesama WNI juga,” ungkap Jannatiha.
Meski terpaut jarak, diaspora muda seperti Jannatiha tetap aktif mencari informasi dan berpartisipasi dalam diskusi untuk menentukan kandidat atau partai mana yang akan dipilih.
“Aku aktif pakai media sosial, dan sebagai mahasiswa, aku bergabung di Permias DC, ikatan mahasiswa AS di Washington D.C., dan sekitarnya. Minggu lalu, kita melakukan diskusi terkait capres-cawapres, tapi tetap dengan luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil). Dengan latar belakang berbeda-beda, kita saling bertukar pikiran, misalnya ‘apa yang dipelajari dari lima kali debat capres-cawapres kemarin?’,” tambahnya.
Ekharisti Sagala, mahasiswi yang juga berdomisili di Baltimore, datang bersama beberapa temannya ke TPSLN Washington, D.C untuk mencoblos secara langsung. Karena kesibukannya, ia belum sempat registrasi untuk masuk DPT saat masa pendaftaran masih dibuka. Ia pun akhirnya mendaftarkan diri ke dalam DPK pada hari-H pemilu.
Meski hingga hari pelaksanaan pemilu ia mengaku masih sulit menentukan pilihan, Ekharisti tetap menggunakan hak pilihnya. Ia mencari informasi, dan dalam upayanya itu, ia merasa nyaman berdiskusi soal para kandidat dengan teman-temannya selama tinggal di AS.
“Orang-orang enggak ribut ketika kasih opini masing-masing. Kalau aku pengin cari tahu, ya aku yang cari, misalkan dari Instagram atau Youtube untuk menonton debat, atau mengobrol dengan orang-orang yang aku percaya memang peduli, bukan orang-orang yang cuma asyik-asyikan meramaikan politik,” katanya kepada VOA. “Jadi justru lebih damai, dan lebih fokus mencari tahu siapa yang aku pilih.”
Partisipasi Aktif Melalui Kepanitiaan KPPS










