Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut bahwa pemilihan umum (pemilu) di Tanah Air dianggap paling rumit di dunia. Mengapa demikian?
JAKARTA (MDN) – Ketua KPU Hasyim Asyari mengatakan kajian dari pengamat dan ahli pemilu internasional menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pelaksanaan pemilu paling rumit di dunia.“Setidak-tidaknya ya ini sebagai konsekuensi dari sistem. Pilihan sistem pemilu proporsional dengan daftar calon terbuka,” ungkap Hasyim dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (12/1).
Hasyim menjelaskan, dalam pesta demokrasi tahun ini, KPU setidaknya mengorganisasi 2.749 daerah pemilihan, bukan saja untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. namun, juga untuk DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta DPD RI.
“Sehingga KPU harus mendesain 2.749 ragam atau jenis atau desain surat suara karena masing-masing dapil calonnya beda-beda. Ini di antaranya yang kemudian dianggap pemilu di Indonesia ini paling rumit di dunia,” jelasnya.
Selain itu, katanya, berdasarkan pengamatan para ahli juga disebutkan bahwa pemilu di Indonesia adalah yang paling singkat di dunia. Hal ini dimaksudkan dalam konteks waktu pemungutan suara yang hanya berlangsung selama enam jam mulai dari pukul 7.00 hingga 13.00 waktu setempat,








