Rencana pembobolan ATM dirancang sejak 5 Oktober 2025. Sukri mengajak Ahmadi dan Nopri berangkat dari Lampung menuju Bandung menggunakan jasa travel. Jaringan kemudian bertambah dengan bergabungnya Yunus. Dari Bandung, mereka melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta untuk menyewa mobil Honda BRV, lalu menuju Jawa Timur.
Pada 13 Oktober malam, rombongan tiba di Sukodadi, Lamongan, dan bermalam di mobil. Keesokan harinya, mereka mulai beraksi di mesin ATM BCA dalam Alfamart Jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Sukomulyo.
Modus yang digunakan adalah mengganjal slot kartu ATM dengan tusuk gigi agar kartu korban tidak bisa masuk. Sukri berpura-pura membantu korban, lalu menukar kartu asli dengan kartu palsu. Sementara dua terdakwa lain mengintip PIN korban, dan satu terdakwa berjaga di mobil.
Korban yang mengira mesin ATM rusak akhirnya meninggalkan lokasi. Para pelaku kemudian mencabut ganjalan dan menggunakan kartu korban untuk menarik uang di beberapa ATM berbeda. Total kerugian korban mencapai Rp9,3 juta.








