“Ujaran yang disampaikan pelaku sangat tidak pantas bagi seorang pelajar. Pelaku diduga menghina korban dengan menjadikan foto ibunya sebagai bahan pelecehan verbal. Hal ini jelas melukai perasaan korban dan keluarganya,” ujar Haidar di kantor Haidar and Partners, Rabu (13/5/2026).
Ayah korban, Agung, mengaku kecewa terhadap respons pihak sekolah yang dinilai lamban dalam menangani laporan awal yang telah disampaikan keluarga.
Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar, bukan justru membiarkan terjadinya tindakan perundungan.








