
SpaceX Raup Keuntungan di Indonesia Berkat Kegagalan Peluncuran Roket China

Kementerian Luar Negeri China mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Reuters menepis tudingan itu. Mereka mengatakan tuduhan AS adalah sebuah fitnah dan bahwa Washington menggunakan kekhawatiran tersebut sebagai alasan untuk memperluas pengaruhnya di luar angkasa.
Berbeda dengan mitranya di China, NASA terutama mengandalkan roket milik swasta dari perusahaan seperti SpaceX, yang memiliki kontrak pemerintah AS senilai miliaran dolar.
Namun pemerintah dan militer AS khawatir sangat bergantung pada SpaceX, terutama mengingat gaya bisnis Musk yang agresif, menurut seorang pejabat AS dan mantan pejabat AS yang menangani kebijakan luar angkasa.
Meskipun kontraktor pertahanan AS seperti Boeing dan Lockheed Martin biasanya berkonsultasi dengan Departemen Luar Negeri sebelum membuat kesepakatan luar negeri, Musk dan SpaceX berhubungan langsung dengan Jakarta, kata kedua pejabat tersebut.
Namun, kesepakatan Musk menentang tren yang sudah berlangsung lama bahwa perusahaan-perusahaan Barat kalah dari perusahaan-perusahaan China di Indonesia.
Jokowi mengatakan pada Oktober bahwa Beijing akan menjadi investor asing langsung terbesar di Indonesia dalam waktu dua tahun, melampaui Singapura.
Perusahaan-perusahaan China mendominasi pasar internet dan 5G, sehingga Beijing adalah mitra yang jelas dalam peluncuran satelit hingga insiden 2020, kata Andry Satrio Nugroho, ekonom di lembaga kajian Institute for Development of Economics and Finance yang berbasis di Jakarta.
“Indonesia memiliki hubungan yang erat dengan China di banyak sektor. Sulit untuk melawan dominasi China, ” ujarnya. [Red]#VOA








