Ketidakpuasan sebagian warga dengan hasil hitung cepat pemilu dan semakin banyaknya laporan kecurangan dari relawan dan warga masyarakat mulai memanaskan situasi. Selain demonstrasi, usul untuk mengajukan hak angket ke DPR pun mengemuka.
Salah seorang di antaranya adalah pakar hukum tata negara, Dr. Bivitri Susanti, yang oleh masyarakat luas kini dikenal sebagai penggagas dan narrator film “Dirty Vote.” Film dokumenter eksplanatori yang menjelaskan disain berbagai upaya mencurangi pemilu 2024 itu sudah ditonton lebih dari 20 juta orang dalam tujuh hari terakhir.
“Saya ingin ajak teman-teman yang lagi sedih untuk bangkit lagi dengan memikirkan bahwa demokrasi itu bukan kuantitas. Demokrasi itu bukan angka. Saya percaya metodologi, quick count (hitung cepat) benar secara metodologis, tetapi angka tidak bisa bercerita bagaimana ia bisa sampai di situ. Demokrasi adalah pada saat suara kita – warga – benar-benar diperhitungkan, bukan hanya dihitung dengan kalkulator, tapi diperhitungkan, didengar. Demokrasi itu harus substantif, di mana pemilu bukan hanya terlaksana, tetapi betul-betul membuat suara warga berharga.”








