Bendahara Poktan, Usman, membenarkan adanya kenaikan harga. Ia beralasan stok pupuk sempat kosong sehingga pihaknya harus mengambil dari kelompok tani lain dengan tambahan biaya penebusan dan transportasi. Namun, ia mengakui keputusan itu tidak melalui musyawarah bersama warga.
Sikap Kepala Dusun Zen turut menuai sorotan. Alih-alih menindak tegas, ia justru dianggap membenarkan langkah pengurus Poktan meski tanpa mekanisme demokratis. Warga menilai tindakan tersebut bertentangan dengan tugas aparat desa yang seharusnya melindungi kepentingan masyarakat.








