Alih-alih memperbaiki kondisi jalan, banyak warga mengeluhkan bahwa perbaikan dilakukan secara tidak menyeluruh, sehingga jalan kembali rusak dalam waktu singkat. Hal ini membuat program JAMULA menjadi bahan lelucon di media sosial, bahkan muncul slogan “Lamongan Kota Wisata Seribu Jeglongan” sebagai bentuk sindiran dari warga.
Seorang warga yang tinggal di dekat jalan poros Sugio – Kedungpring mengungkapkan kekecewaannya. “Jalan ini diperbaiki tidak serius. Aspal ditambal pakai batu kapur atau kerikil, kena hujan sedikit langsung rusak lagi. Lubangnya malah makin besar dan dalam,” ujarnya.








