Perang dan Kelaparan, Warga Palestina Tak Lagi Dapat Rayakan Iduladha

  • Whatsapp
Warga Palestina menerima bantuan selama serangan Israel di Jalur Gaza di Rafah, 9 Januari 2024. Pasokan makanan kini terancam, dan mereka yang mengungsi akibat serangan tersebut menghadapi krisis kesehatan masyarakat, kata seorang pejabat senior PBB pada 14 Juni 2024. (Foto: AP)

Iyad al-Bayouk, yang memiliki peternakan sapi di selatan Gaza, mengatakan pemblokiran pintu perbatasan itu telah menyebabkan kelangkaan ternak dan pakan yang parah, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga. Sebagian peternak lokal bahkan terpaksa ikut mengungsi ke tempat-tempat penampungan. Abu Mahmoud Al-Bayouk mengatakan “sebagian peternakan lokal bahkan telah dialihfungsikan menjadi tempat penampungan, yang kini penuh sesak.”

Warga Kota Jabaliya yang kini juga mengungsi di tenda pengungsi di selatan Rafah, Abdul Kareem Ibrahim, berharap ada sedikit uang untuk membahagiakan anak-anaknya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Saya berharap ada sedikit uang untuk membeli apapun yang mereka inginkan saat Iduladha ini. Karena jika mereka tidak bisa bergembira saat hari raya, kapan lagi? Apakah semua ini terjadi karena kesalahan mereka? Apa terusir dari sekolah karena kesalaha mereka? Pertama, perang ini merampas pendidikan mereka. Lalu kehidupan indah mereka, sekolah, jalan-jalan, dan kini Iduladha. Apakah semua ini terjadi karena kesalahan mereka?” ujarnya.

IDF Tetap Lanjutkan Operasi Militer di Gaza

Menjelang Iduladha, salah satu hari besar umat Muslim, tentara Israel tetap melancarkan operasi militernya di Gaza. Sedikitnya 34 warga Palestina tewas dan 71 lainnya luka-luka dalam 24 jam terakhir ini.

Pasukan Pertahanan Israel IDF pada Jumat (14/6) mengatakan akan tetap melanjutkan operasi militer di banyak tempat di Jalur Gaza. Sementara Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas di wilayah itu, mengatakan dua sandera Israel tewas saat IDF mengebom Rafah beberapa hari lalu.

Dalam sebuah video yang dirilis lewat Telegram, Brigade Al Qassam mengatakan kedua sandera itu tewas dalam serangan udara “beberapa hari lalu.” Belum ada tanggapan dari pihak Israel dengan perkembangan terbaru itu. [Red]#VOA