Perang dan Kelaparan, Warga Palestina Tak Lagi Dapat Rayakan Iduladha

  • Whatsapp
Warga Palestina menerima bantuan selama serangan Israel di Jalur Gaza di Rafah, 9 Januari 2024. Pasokan makanan kini terancam, dan mereka yang mengungsi akibat serangan tersebut menghadapi krisis kesehatan masyarakat, kata seorang pejabat senior PBB pada 14 Juni 2024. (Foto: AP)

Peringati Ketaatan Nabi Ibrahim AS

Umat Muslim di seluruh dunia merayakan Hari Iduladha, atau yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, selama empat hari. Perayaan ini dimulai pada hari yang berbeda, dengan beberapa negara memulainya pada Minggu (16/6) dan yang lainnya pada Senin (17/6). Hari Raya ini memperingati ketaatan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Ismail, sebagaimana diceritakan dalam Al-Qur’an. Sementara itu, dalam tradisi Yahudi dan Kristen, Ibrahim diminta untuk mengorbankan putranya yang lain, Isak.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sebelum perang Israel-Hamas ini, Gaza memang merupakan wilayah yang miskin dan terisolasi, tetapi warga masih tetap dapat merayakan Hari Iduladha dengan memasang dekorasi berwarna-warni, memberikan hadiah kejutan bagi anak-anak, dan membeli daging atau memotong hewan kurban untuk kemudian dibagikan kepada mereka yang kurang beruntung. Hamouda mengenang perayaan Iduladha tahun lalu dengan mengatakan “ada kegembiraan dan suka cita di antara kami.”

Namun, kini sebagian besar Gaza hancur dan hampir seluruh penduduk yang semula berjumlah 2,3 juta orang telah terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Setelah kelompok militan Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ke selatan Israel pada 7 Oktober, dan menewaskan sekitar 1.200 orang serta menculik 250 orang lainnya, Israel melancarkan serangan darat dan udara besar-besaran. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola oleh Hamas, mengatakan sedikitnya 37.266 warga Palestina tewas dan lebih dari 85.000 lainnya luka-luka akibat serangkaian serangan Israel itu.

Perang itu menghancurkan sebagian besar produksi pangan dan pertanian, membuat warga Palestina harus bergantung pada bantuan kemanusiaan, yang juga tertahan oleh berbagai pembatasan yang diberlakukan Israel dan terus berkecamuknya perang.

Badan-badan PBB telah memperingatkan bahwa lebih dari satu juta orang – atau berarti hampir separuh penduduk – dapat mengalami kelaparan sangat akut dalam beberapa bulan mendatang.

Warga Palestina di lokasi serangan Israel terhadap sebuah rumah, di tengah konflik Israel-Hamas, di Deir Al-Balah, di Jalur Gaza tengah. (Foto: Reuters)
Warga Palestina di lokasi serangan Israel terhadap sebuah rumah, di tengah konflik Israel-Hamas, di Deir Al-Balah, di Jalur Gaza tengah. (Foto: Reuters)

Tak Ada Warga Gaza yang Tunaikan Ibadah Haji

Mesir menutup pintu perbatasan utama dari negara itu ke Kota Rafah, di bagian selatan Gaza, setelah Israel memperluas operasi militernya dan merebut wilayah itu. Padahal pintu perbatasan Rafah ini merupakan satu-satunya rute masuk dan keluarga wilayah tersebut. Itu berarti hampir tidak ada warga Palestina dari Gaza dapat melakukan ibadah haji.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *