Pengungsi Palestina di Kamp Muwasi Hadapi Kondisi Sangat Sulit

  • Whatsapp
Orang-orang memeriksa bangunan yang terkena pengeboman Israel di Rafah di Jalur Gaza selatan pada 8 Mei 2024. (Foto: AFP)

PBB memperingatkan potensi terhentinya aliran bantuan bagi warga Palestina akibat penutupan perbatasan Rafah dan Kerem Shalom –penyeberangan utama lainnya menuju Gaza. Para pejabat PBB memperingatkan bahwa Gaza Utara akan mengalami “bencana kelaparan.”

Serangan Israel Selasa malam terjadi selama berjam-jam, menjadi bagian dari pertempuran sengit dalam perang Israel-Hamas yang telah berlangsung selama tujuh bulan. Beberapa jam sebelum serangan itu Hamas mengatakan menerima proposal gencatan senjata, yang menurut Israel tidak sesuai dengan tuntutan inti mereka.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pergerakan diplomatik berisiko tinggi dan sikap keras militer menyisakan secercah harapan– meskipun sedikit sekali – untuk mencapai kesepakatan yang dapat membawa setidaknya jeda dalam perang yang menurut pejabat Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza telah menewaskan lebih dari 34.700 orang Palestina.

Dengan merebut penyeberangan Rafah, Israel mendapatkan kontrol penuh atas keluar masuknya orang dan barang untuk pertama kalinya sejak menarik tentara dan pemukim dari Gaza pada tahun 2005, meskipun telah sejak lama mempertahankan blokade di daerah kantung pantai tersebut lewat kerja sama dengan Mesir.

Biden pada Senin lalu (6/5) kembali memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak melancarkan invasi ke Rafah setelah Israel memerintahkan 100.000 warga Palestina untuk mengungsi dari beberapa bagian Rafah. Namun mitra koalisi sayap kanan Netanyahu telah mengancam akan menjatuhkan pemerintahannya jika dia membatalkan serangan atau membuat terlalu banyak konsesi dalam perundingan gencatan senjata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *