DN – Ribuan orang yang mengungsi dari bagian timur kota Rafah di selatan Jalur Gaza ke daerah Muwasi yang relatif aman di utara mengalami kondisi yang keras dan kurangnya layanan bantuan.
Para pengungsi mengeluh karena tidak ada tenda untuk bernaung, serta kekurangan makanan, air minum dan layanan bantuan sehingga semakin menyulitkan hidup mereka setelah terpaksa meninggalkan rumah sesuai perintah militer Israel untuk mengungsi dari bagian timur Rafah, di sepanjang perbatasan dengan Mesir.
Nasser Balaawi, salah seorang pengungsi di Muwasi, mengatakan “tidak menemukan apapun untuk bertahan hidup” di kota itu. “Saya ada di jalan, tidak ada tempat untuk tinggal, tidak ada apapun. Saya hanya menggantungkan hidup pada pertolongan Allah SWT,” ujarnya lirih.








