Pengungsi Palestina di Kamp Muwasi Hadapi Kondisi Sangat Sulit

  • Whatsapp
Orang-orang memeriksa bangunan yang terkena pengeboman Israel di Rafah di Jalur Gaza selatan pada 8 Mei 2024. (Foto: AFP)

DN – Ribuan orang yang mengungsi dari bagian timur kota Rafah di selatan Jalur Gaza ke daerah Muwasi yang relatif aman di utara mengalami kondisi yang keras dan kurangnya layanan bantuan.

Para pengungsi mengeluh karena tidak ada tenda untuk bernaung, serta kekurangan makanan, air minum dan layanan bantuan sehingga semakin menyulitkan hidup mereka setelah terpaksa meninggalkan rumah sesuai perintah militer Israel untuk mengungsi dari bagian timur Rafah, di sepanjang perbatasan dengan Mesir.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasser Balaawi, salah seorang pengungsi di Muwasi, mengatakan “tidak menemukan apapun untuk bertahan hidup” di kota itu. “Saya ada di jalan, tidak ada tempat untuk tinggal, tidak ada apapun. Saya hanya menggantungkan hidup pada pertolongan Allah SWT,” ujarnya lirih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *