DN – Berbagai laporan mengenai kemungkinan kemajuan dalam perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas terjadi di tengah rencana Israel untuk melakukan serangan militer ke kota Rafah di Gaza selatan.
Israel akan melanjutkan operasinya di Rafah, kata juru bicara Pemerintah Israel David Mencer, Selasa (7/5), seraya menambahkan bahwa serangan tersebut adalah “awal dari misi untuk menghancurkan empat batalyon terakhir Hamas di kota itu.
“Kami tidak mengatakan ini akan menjadi kehancuran total Hamas. Hamas akan tetap ada, namun mereka tidak akan terorganisir dalam batalion seperti yang masih terjadi saat ini,” ujar David Mencer.
Pasukan Israel telah menguasai perbatasan Rafah dengan Mesir di Jalur Gaza, dan terus melakukan serangan di kota selatan itu ketika perundingan gencatan senjata dengan Hamas masih berlangsung.
Serangan tersebut terjadi setelah kelompok militan tersebut pada hari Senin (6/5) mengatakan akan menerima proposal gencatan senjata yang dimediasi Mesir-Qatar.








