Pengungsi Palestina di Kamp Muwasi Hadapi Kondisi Sangat Sulit

  • Whatsapp
Orang-orang memeriksa bangunan yang terkena pengeboman Israel di Rafah di Jalur Gaza selatan pada 8 Mei 2024. (Foto: AFP)

Hal senada disampaikan Ahmad Balaawi. “Kami mendirikan tenda untuk hampir 70 orang. Mereka (Israel.red) mengancam kami dan menjatuhkan selebaran agar kami keluar dari Rafah. Yang kami inginkan hanyalah tempat berlindung dan sarana hidup, di sini tidak ada toilet, atau air, atau apapun. Kami hanya ingin berlindung,” ujarnya.

Orang-orang dan petugas pertolongan pertama membawa korban yang diselamatkan dari lokasi sebuah bangunan yang terkena pengboman Israel di Rafah di Jalur Gaza selatan pada 7 Mei 2024. (Foto: AFP)
Orang-orang dan petugas pertolongan pertama membawa korban yang diselamatkan dari lokasi sebuah bangunan yang terkena pengboman Israel di Rafah di Jalur Gaza selatan pada 7 Mei 2024. (Foto: AFP)

Warga di bagian timur Rafah terpaksa mengungsi ke bagian utara saat pasukan Israel menguasai jalur penyeberangan perbatasan Rafah yang vital di Gaza pada hari Selasa (7/5), dalam apa yang digambarkan Gedung Putih sebagai operasi terbatas. Meskipun demikian kekhawatiran meningkat bahwa Israel akan melakukan invasi berskala penuh ke kota di bagian selatan Gaza itu seiring belum tercapainya kesepakatan dengan Hamas mengenai gencatan senjata dan pembebasan sandera.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *