Di kalangan pendukungnya, Nasrallah dihormati karena sikapnya yang berani menentang Israel dan Amerika Serikat. Namun, bagi para lawan politiknya, ia dianggap sebagai pemimpin organisasi teroris dan representasi teokrasi Islam Syiah Iran dalam persaingan pengaruh di Timur Tengah.
Nasrallah tidak dapat dihubungi setelah serangan Israel di pinggiran selatan Beirut pada Jumat (27/9) malam, sumber yang dekat dengan kelompok bersenjata Lebanon tersebut mengatakan kepada Reuters.
Beberapa jam setelah serangan tersebut, Hizbullah belum membuat pernyataan mengenai kondisinya.
Seorang sumber dekat Hizbullah menginformasikan kepada Reuters bahwa Nasrallah masih hidup, dan kantor berita Iran, Tasnim, juga melaporkan bahwa ia dalam keadaan aman. Selain itu, seorang pejabat senior keamanan Iran menyampaikan kepada Reuters bahwa Teheran sedang memeriksa kondisi Nasrallah.
Di kalangan pendukungnya, Nasrallah dihormati karena sikapnya yang berani menentang Israel dan Amerika Serikat. Namun, bagi para lawan politiknya, ia dianggap sebagai pemimpin organisasi teroris dan representasi teokrasi Islam Syiah Iran dalam persaingan pengaruh di Timur Tengah.
Pengaruh Nasrallah di kawasan makin nampak dalam konflik yang dipicu oleh perang Gaza pada setahun terakhir. Hizbullah ikut menembaki Israel dari Lebanon selatan untuk mendukung sekutunya, Hamas. Kelompok-kelompok dari Yaman dan Irak pun mengikuti langkah serupa di bawah payung “Poros Perlawanan.”
“Kita menghadapi pertempuran besar,” kata Nasrallah dalam pidatonya pada 1 Agustus di pemakaman komandan militer tertinggi Hizbullah, Fuad Shukr, yang tewas dalam serangan Israel di pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah.
Namun, keadaan mulai berubah ketika ribuan anggota Hizbullah terluka dan puluhan lainnya tewas akibat serangan yang menghancurkan perangkat komunikasi mereka minggu lalu. Peperangan berbalik ke arah mereka.









