Meriam Ramadan Tradisi Muslim di Sarajevo

  • Whatsapp
Meriam ditembakkan sebagai pertanda dimulainya bulan Ramadan dan tanda iftar sepanjang Ramadan merupakan tradisi era Ottoman, termasuk di wilayah Turki dan negara-negara Balkan (foto: dok).

“Bagi saya, sebagai walikota Sarajevo, bulan Ramadan adalah waktu ketika Sarajevo penuh wangi cinta dan solidaritas. Bulan yang merangkul tradisi indah kami yang diwariskan oleh generasi yang telah mendahului kami,” ujarnya.

Awal bulan Ramadan secara resmi ditandai dengan bunyi meriam di Benteng Kuning ini. Setelah itu, selama satu bulan penuh, meriam yang sama akan dibunyikan menjelang senja, sebagai penanda berakhirnya puasa pada hari itu, atau datangnya waktu berbuka.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Benteng Kuning adalah benteng meriam di pintu masuk kota yang dikelilingi tembok benteng. Dibangun antara tahun 1727 dan 1739, benteng tersebut berperan sebagai titik pertahanan, ketika pasukan Austria-Hongaria menyerang wilayah itu pada 1878. Setelah mengalami berbagai kerusakan, benteng ini direnovasi karena nilai penting sejarahnya, dan proses itu selesai pada 1998

Harapan untuk Ramadan juga disampaikan Edina Khashouf Covic, warga Sarajevo.

“Bagi saya, Ramadan adalah titik yang menandai akhir dari segala hal yang negatif, dan awal dari semua hal yang positif, insyaAllah,” kata dia.

Bosnia memiliki populasi sekitar 3,2 juta orang, dan separuhnya adalah muslim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *