Israel Setujui Rencana Serang Rafah, tetapi Tetap Buka Opsi Gencatan Senjata

  • Whatsapp
Warga Palestina melaksanakan salat Jumat pertama selama Ramadan di dekat reruntuhan masjid yang hancur, di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 15 Maret 2024. (Foto: REUTERS/Mohammed Salem)

(MDN) – Israel pada Jumat (15/3) menyetujui potensi penyerangan Kota Rafah di Gaza. Namun, Israel juga menjaga kemungkinan gencatan senjata dengan rencana mengirim delegasi lain ke Qatar untuk melakukan pembicaraan mengenai kemungkinan kesepakatan pembebasan sandera dengan Hamas.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia menyetujui rencana penyerangan kota di tepi selatan wilayah kantong Palestina yang sebetulnya telah luluh lantak. Di tempat itu tersebut, terdapat lebih dari separuh dari 2,3 juta penduduknya berlindung setelah perang selama lima bulan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pada prinsipnya, para sekutu global dan kritikus menyerukan kepada Netanyahu untuk menunda serangan terhadap Rafah karena khawatir akan terjadi banyak korban sipil. Namun, Israel menyatakan bahwa Rafah adalah salah satu benteng terakhir Hamas yang mereka janjikan akan dilenyapkan, dan penduduknya akan dievakuasi.

John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, di Gedung Putih di Washington, AS, 5 Maret 2024. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, di Gedung Putih di Washington, AS, 5 Maret 2024. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)

Di Washington, juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan AS belum mengetahui rencana terkait Rafah. Dia mengatakan pada pengarahan rutin bahwa usulan gencatan senjata untuk penyanderaan berada dalam batas-batas yang mungkin dilakukan. Ia juga menyatakan optimismenya terkait hal itu.

Hamas telah menyampaikan proposal gencatan senjata di Gaza kepada mediator dan AS. Usula tersebut mencakup pembebasan sandera Israel dengan imbalan kebebasan bagi tahanan Palestina, 100 di antaranya menjalani hukuman seumur hidup, menurut proposal yang dilihat oleh Reuters.

Sebuah pernyataan dari kantor Netanyahu mengenai rencana serangan Rafah mengatakan tuntutan Hamas untuk pembebasan sandera masih tidak realistis. Namun delegasi Israel tetap akan bertolak ke Doha setelah kabinet keamanan membahas posisinya.

Seorang anak pengungsi Palestina makan makanan dari kotak sambil duduk di tenda darurat di sebuah kamp di samping jalan di Rafah pada 13 Maret 2024, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas. (Foto: AFP)
Seorang anak pengungsi Palestina makan makanan dari kotak sambil duduk di tenda darurat di sebuah kamp di samping jalan di Rafah pada 13 Maret 2024, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas. (Foto: AFP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *