Hampir seabad setelah jalur kereta pertama dibuat atau tepatnya pada 1942, perkeretaapian Indonesia diambil alih Jepang. Hal ini sebagai imbas pemerintah Hindia Belanda yang menyerah tanpa syarat kepada Jepang.
Kala itu perkeretaapian di Indonesia berubah nama menjadi Rikuyu Sokyuku (Dinas Kereta Api). Selama penguasaan Jepang, operasional kereta api hanya diutamakan untuk kepentingan perang.
Namun, tak berselang lama, Indonesia berhasil menguasai kembali perkeretaapian. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, rakyat Indonesia melakukan pengambilalihan stasiun dan kantor pusat kereta api yang dikuasai Jepang.
Kantor Pusat Kereta Api yang berlokasi di Bandung ini berhasil direbut pada 28 September 1945. Hari tersebut kemudian dijadikan momen pengingat dan ditetapkan sebagai Hari Kereta Api Indonesia.
Berpuluh-puluh tahun setelah merdeka, kereta api terus mengalami perubahan kemajuan. Puncaknya, ialah pada masa Ignasius Jonan sebagai Direktur Utama PT KAI.
Sejak 2009 terjadi perombakan sistem besar-besaran secara bertahap di dunia perkeretaapian Indonesia. [Red]








