Meski ekonomi keluarga terpukul akibat tambak dan sawah gagal panen, Sutono tetap berusaha menjaga semangat. “Lebaran itu waktunya berkumpul, bukan soal pakaian baru atau makanan mewah. Yang penting kami sehat dan bersama,” ucapnya.
Di balik genangan, keluarga ini tetap menyalakan harapan. Mereka percaya air akan surut, meski entah kapan. Lebaran kali ini menjadi potret ketabahan: merayakan hari kemenangan bukan dengan kemewahan, melainkan dengan kesabaran dan kebersamaan. [NH]








