Lebaran di Tengah Banjir: Kisah Keluarga Sutono Bertahan di Genangan Bengawan Jero

  • Whatsapp

Bagi dua anak Sutono, banjir bukan alasan berhenti belajar. Mereka tetap mengerjakan tugas sekolah di ruang tamu yang dialasi papan agar buku tidak basah. Sesekali, mereka harus berhenti karena pompa air berisik saat menguras rumah. “Kalau listrik mati, kami belajar pakai lampu minyak,” tutur si sulung.

Setiap kali keluar rumah, keluarga Sutono harus melewati jalan beton yang licin karena lumut. Sutono bersama warga lain memasang jaring plastik agar ban kendaraan tidak tergelincir. “Kalau tidak, bisa jatuh. Apalagi kalau bawa anak kecil,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Perjalanan sederhana menuju warung atau masjid pun kini terasa seperti perjuangan. Namun warga tetap saling membantu, menuntun satu sama lain agar aman melintas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *