“Awalnya pelaku memotong kepala korban untuk dimasukkan ke dalam koper, namun ukuran koper tidak memadai,” ungkap Farman. Proses mutilasi dilanjutkan dari kaki kiri hingga bagian paha, yang juga tidak muat. Di akhir, pelaku memotong bagian betis sebelum merencanakan untuk membuang semua potongan tubuh.
Peristiwa tragic ini dimulai setelah Antok dan Uswatun check-in di hotel malam itu. Menurut polisi, cekcok antara keduanya menyebabkan Antok mencengkeram leher Uswatun hingga mengakibatkan kematian.
“Setelah korban meninggal, pelaku kebingungan dan berusaha untuk membuang mayatnya dengan cara yang direncanakan sebelumnya,” tambah Farman. Alat yang digunakan oleh pelaku termasuk pisau, plastik, dan lakban yang dibeli dari luar.








