LAMONGAN | DN – Di tengah derasnya arus modernisasi, Desa Sendangduwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, menyimpan sebuah tradisi yang hanya muncul sekali dalam siklus kalender Jawa: Pasar Legi Latar Cendhani. Bukan sekadar pasar, melainkan ruang budaya yang menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat akan masa lampau, jauh sebelum gawai dan transaksi digital mendominasi kehidupan sehari-hari.
Pasar ini tidak hadir setiap pekan seperti pasar tradisional pada umumnya. Ia hanya digelar pada hari Minggu Legi, sesuai penanggalan Jawa. Keunikan ini menjadikan Pasar Legi Latar Cendhani sebagai destinasi eksklusif yang selalu dinanti, baik oleh warga lokal maupun wisatawan yang ingin merasakan atmosfer tradisi yang otentik.








